A. Memahami Adab terhadap Orang Tua
1.
Dalil Naqli
Perintah Menghormati Orang Tua
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ
وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ
”Dan Tuhanmu telah memerintahkan
supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada
ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (QS.al-Isra’[17]: 23)
Ada beberapa hal yang ditegaskan pada
ayat di atas, yaitu:
a.
Agar
manusia tidak menyembah atau beribadah kepada Tuhan selain Allah Swt. Termasuk
larangan mempercayai ada kekuatan lain yang mempengaruhi dan menguasai jiwa dan
raga selain yang datang dari Allah.
b.
Agar
manusia berbuat baik kepada ibu dan bapak. Perintah berbuat baik kepada orang
tua disampaikan oleh Allah bersamaan atau sesudah perintah beribadah hanya
kepada Allah. Hal ini tentu mengandung maksud agar manusia mengerti dan
menyadari bahwa betapa pentingnya berbuat baik terhadap orang tua.
c.
Nikmat yang
diterima manusia paling banyak datangnya dari Allah Swt, kemudian nikmat yang
diterima dari orang tua. Oleh karena itu, kewajiban anak adalah berterima kasih
kepada orang tua. Bentuk terima kasih tersebut adalah dengan cara berbuat baik
kepada keduanya.
2.
Adab
terhadap Orang Tua
Berbakti kepada orang
tua merupakan kewajiban bagi setiap anak, betapa mulianya perintah berbakti ini
sehingga Allah mensejajarkan dengan perintah bersyukur kepada Allah :
فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ
“Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu,”(QS.Luqman[31]:
14)
Ada beberapa sebab
mengapa Allah Swt. memerintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua
orang tuanya, yaitu:
a. Orang tua telah berkorban demi anaknya, tanpa memperdulikan apa
balasan yang akan diterimanya. Seorang
ibu dengan sepenuh daya upaya telah memberikan kasih sayang tanpa menginginkan
balas budi dari anaknya.
b. Kasih sayang orang tua tiada taranya, karena beliau tidak mengenal
lelah dan bersusah payah memperhatikan anak-anaknya supaya menjadi anak yang
bahagia.
c. Anak adalah belahan jiwa ibu bapak, terutama ibu. Biasanya tidak
akan makan sebelum anaknya makan, ibu tidak akan tidur sebelum anak-anaknya
tidur, dan jika anak sakit maka ibu yang paling susah sehingga tidak bisa tidur
dan tidak enak makan.
Lalu bagaimana cara kita
berbakti kepada kedua orang tua? Berikut dipaparkan prinsip-prinsip dasar berbakti kepada kedua
orang tua.
a. Tunduk dan Patuh. Apabila keduanya berada dalam kekafiran (belum
beragama Islam) dan keduanya
memerintahkan untuk keluar dari agama Islam, atau memerintahkan sesuatu
perbuatan syirik, kita wajib tidak mengikuti keduanya. Tetapi penolakan itu
harus dengan cara halus, agar tidak menyakiti keduanya.
b. Dilarang berkata kasar. Membentak, misalnya berkata “hus/ah”
dan kata-kata sejenisnya termasuk ungkapan yang tidak baik.
c. Berbuat baik. Apabila orang tua atau salah satunya mencapai usia
lanjut kita harus berbuat baik kepadanya, sebagaimana orang tua merawat kita
pada saat kita masih kecil.
d. Berusaha menyenangkan orang tua dan menghindari hal-hal yang
menyusahkan hati kedua orang tua selama tidak bertentangan dengan kewajiban
kepada Allah dan Rasul-Nya.
e. Kita dilarang durhaka kepada kedua orang ibu bapak, karena
termasuk dosa besar.
f. Bersikap santun, berjalanlah di belakang orang tua, kecuali dalam
hal tertentu, dengarkanlah pembicaraannya dan jangan menyela pembicaraannya.
g. Senantiasa mendoakan, baik kepada orang tua yang masih hidup
maupun yang sudah meninggal dengan doa.
h. Jika orang tua kita sudah wafat, maka kewajiban kita adalah
sebagai berikut.
1)
Meneruskan
perjuangannya
2)
Senantiasa
menjalin hubungan baik dengan
3)
orang-orang
yang pernah menjadi teman karib orang tua kita
4)
Memandikan,
mengkafani, menshalati dan menguburnya
5)
Memohonkan
ampun untuk mereka dan senantiasa mendoakannya
6)
Melaksanakan
wasiatnya (yang baik) jika berwaris
7)
Melunasi
tanggungan/ hutang-hutangnya jika punya hutang
3.
Keutamaan
Berbakti Kepada Orang Tua
Berbakti kepada kedua
orang tua merupakan kewajiban bagi setiap orang. Barang siapa ikhlas berbakti
kepada kedua orang tua, maka Allah
menjanjikan pahala yang luar biasa seperti berikut.
a.
Dibukakan
dua pintu surga. Tidak ada seorang mukmin yang mempunyai dua orang tua, dimana pada waktu pagi ia berbuat baik
kepadanya, melainkan Allah membukakan dua pintu surga kepadanya.
b.
Lebih utama
dari pada berjihad di jalan Allah
c.
Ridha Allah
ada di dalam ridha orang tua. Murka Alah ada di dalam murka orang tua. Barang siapa yang bersyukur kepada Allah
tetapi ia tidak bersyukur pada orang tua, maka syukurnya tidak diterima.
d.
Dimudahkan
rezekinya. Dan barang siapa meninggalkan doa kepada orang tua, maka disempitkan
rezekinya
e.
Dimudahkan
segala urusannya baik urusan dunia maupun akhirat
B. Memahami Adab terhadap Guru
1. Dalil Naqli Menghormati Guru
“Tidak termasuk golongan kami orang
yang tidak memuliakan yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang
tidak mengerti (hak) orang yang berilmu (agar diutamakan pandangannya).”
(HR. Ahmad).
2. Adab terhadap Guru
Selain diperintah untuk berbakti kepada
orang tua, kita juga diperintah untuk berbakti kepada guru. Gurulah yang telah
mendidik dan mengajarkan ilmu kepada kita. Berkat guru, kita menjadi manusia
yang beriman, mengerti akan hal yang baik dan buruk, berbudi pekerti luhur dan
menjadi seseorang yang bertanggung jawab.
Oleh karena itu, kita wajib menghormati guru, baik pada waktu masih
mengajar maupun waktu sudah tidak mengajar. Rasulullah Saw. bersabda:
”Muliakanlah orang yang kamu belajar
darinya (guru).” (HR. Abul Hasan al-Mawardi)
Rasulullah Saw. memerintahkan kita untuk
memuliakan guru. Guru tidak terbatas pada orang yang mengajar di sekolah saja,
tetapi setiap orang yang telah berjasa memberikan ilmu, keterampilan, serta
bimbingan. Sebab-sebab kita wajib menghormati guru adalah sebagai berikut.
a.
Guru adalah
orang yang banyak berjasa kepada kita
b. Guru merupakan orang tua kedua
c. Guru yang telah membuat kita dari belum tahu menjadi tahu, belum
bisa menjadi bisa
d. Tanpa guru hidup kita akan buta
Berikut yang termasuk tata cara menghargai dan menghormati guru.
a. Jika bertemu dengan guru ucapkanlah salam
b. Husnuzan pada apapun yang dilakukan guru
c. Memperhatikan dengan wajah menyenangkan dan penuh semangat saat guru memberikan pelajaran
d. Rendah hati dan hormat,
menjaga sopan santun, tidak berjalan di depan guru, dan tidak berdiri di
samping guru yang sedang duduk. Rasulullah bersabda:
e. Mentaati perintahnya selama perintah itu tidak bertentangan dengan
ajaran agama
f. Ikhlas dalam menerima teguran dan nasihat guru
g. Senantiasa menjaga nama baik guru, tidak menceritakan aib atau
kesalahan guru
h. Mengunjungi guru jika ia sedang sakit atau mendapat musibah
i. Memandang
guru dengan pandangan memuliakan. KH. Hasyim Asy’ari berkata tidak
diperbolehkan bagi pelajar memandang remeh gurunya. Merasa ia lebih pandai dari pada gurunya.
j. Tidak
melupakan jasa-jasa guru
k. Sabar menghadapi gurunya. Saat perilaku guru secara lahir salah,
murid sebisa mungkin mengarahkannya kepada maksud yang baik, mungkin beliau
dalam kondisi terdesak dan lain sebagainya. Saat guru memarahi murid, hendaknya
murid mengawalinya meminta maaf dan mengakui kesalahannya. Karena itulah tanda kecintaan
guru, kepada murid.
3. Keutamaan Berbakti pada Guru
Guru adalah panglima
perang dalam melawan kebodohan. Kita akan menang bila mentaati perintahnya.
Memang usaha tak pernah mengkhianati hasil. Namun, akhlak dan penghormatan
siswa kepada guru merupakan faktor penting dalam menentukan kesuksesan. Ulama
mengatakan kesuksesan siswa itu 70 persen karena akhlaknya dan 30 persen karena
ilmunya.
“Belajarlah adab sebelum belajar ilmu.”
(Hilayatul Aulia [6/330], dinukil dari Min Washaya Al Ulama li Thalabatil
Ilmi[17])
Sehebat apapun siswa,
jika tidak patuh pada gurunya, niscaya akan gugur cita-citanya. Sebaliknya,
meski tak bisa apa-apa, namun selalu rajin belajar, patuh dan hormat kepada guru,
mencintainya setulus hati, maka tidak mustahil kita akan menjadi orang hebat
dikemudian hari. Percayalah, setiap guru selalu mendoakan siswanya agar menjadi
pribadi hebat yang bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama. Apabila berbakti
kepada guru, akan diperoleh keutamaan sebagai berikut.
a.
Mudah
menerima pelajaran
b.
Mendapat
ilmu yang bermanfaat
c.
Masa
depannya cemerlang
d.
Kelak
menjadi orang hebat bermartabat
e.
Hatinya
tenang, tenteram, pikirannya cerah, cahaya ilmu mudah masuk
f.
Diangkat
derajatnya oleh Allah
g.
Barakah
ilmunya, rejekinya dan hidupnya
0 comments:
Posting Komentar