Senin, 28 November 2022

Akidah Akhlak Kelas X Ayo Menundukkan Nafsu Syahwat Dan Gadhlab

 

A.    Hakikat dan Sifat Dasar Nafsu

Kenapa hawa nafsu diciptakan? Pada hakikatnya semua manusia memiliki nafsu,  karena manusia tidak dapat hidup jika tidak ada nafsu. Allah menciptakan manusia disertai dengan hawa nafsu. Banyak mengandung faedah, meski tidak bisa hidup jika tidak ada nafsu. Andaikata nafsu makan dicabut (misalnya) pasti binasalah manusia. Jika nafsu terhadap lawan jenis dihilangkan, mereka tidak punya keturunan dan akhirnya binasa. Nafsu adalah keinginan seseorang atau dorongan hati yang kuat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hawa nafsu adalah sesuatu yang disenangi oleh jiwa, baik bersifat positif maupun negatif, baik bersifat jasmani maupun ruhani.

Perbuatan baik ataupun buruk digerakkan oleh nafsu, artinya menjadi pusat komando segala kegiatan manusia, sekaligus sebagai motor penggerak yang menggerakkan segala macam tingkah laku manusia. Nafsu itu ibarat seperti sungai dia bisa mengalir dengan tenang dan bisa meluap atau menghancurkan, dan karena itu perlu dikontrol dengan sistem bendungan dan irigasi yang baik sehingga memberikan manfaat yang maksimal bagi kehidupan manusia dan lingkungannya. Sehingga pada hakikatnya nafsu itu penting bagi diri manusia akan tetapi penggunaan nafsu yang tidak terkontrol pada diri manusia itu yang berbahaya.

B.     Memahami Nafsu Syahwat

1.      Pengertian Nafsu Syahwat

Secara istilah, nafsu adalah keinginan seseorang atau dorongan hati yang kuat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Syahwat secara lughawi artinya menyukai atau menyenangi. Yaitu kecintaan terhadap sesuatu sehingga kecintaan itu menguasai hatinya. Kecintaan itu sering menyeret seseorang untuk melanggar hukum Allah ’azza wa Jalla dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu yang lezatt. Adapun secara istilah syari’at, nafsu syahwat adalah kecondongan jiwa terhadap sesuatu yang disukainya sehingga keluar dari batas syari’at.   

Maka hakikat syahwat (keinginan) nafsu adalah kecenderungan kepada sesuatu yang sesuai dengan tabi’atnya (watak) dan menjauhi sesuatu yang tidak disukai dan dicintai. Akan tetapi, sebenarnya keberadaan syahwat pada manusia itu tidak tercela, karena terdapat faedah dan manfaat didalamnya. Celaan itu tertuju jika manusia melewati batas dalam memenuhi syahwat. Misalnya, menuruti nafsu syahwat dengan melakukan kemaksiatan mulai dari menonton film porno, berpacaran dan akhirnya sampai pada perzinaan.  Dorongan nafsu syahwat mengarah kepada tiga hal besar, yaitu :

a.       Syahwat dan kesenangan terhadap harta benda, sehingga melahirkan kerakusan, perampokan, pencurian, manipulasi, korupsi, bahkan kekerasan fisik, seperti pembunuhan dan penganiayaan.  

b.      Syahwat dari kesenangan terhadap seks, sehingga melahirkan kejahatan dan kekejian berupa perzinaan, pemerkosaan dan penyimpangan seksualitas lainnya, bahkan hanya karena seks terjadi pembunuhan dan penganiayaan fisik.

c.       Syahwat dan kesenangan terhadap jabatan dan kedudukan, sehingga melahirkan para pejabat dan pemimpin yang zalim, otoriter, bahkan diktator. Akhirnya menindas siapa saja yang akan menghalang-halangi.

2.      Bahaya Menuruti Nafsu Syahwat

Salah satu sifat dari  nafsu syahwat adalah “tidak pernah terpuaskan”, disaat kita  menuruti satu keinginannya, nafsu itu akan menuntut hal lain dan akan terus begitu hingga tak ada habisnya. Mempunyai satu gunung emas pun masih tak cukup  ia masih ingin yang lebih.  Orang yang mengikuti hawa nafsu tidak akan mementingkan agamanya dan tidak mendahulukan ridha Allah Swt. dan Rasul-Nya. Dia akan selalu menjadikan hawa nafsu menjadi tolak ukurnya, dia dibuat buta dan tuli oleh hawa nafsunya. Orang yang mengikuti hawa nafsu tanpa terkendali akan mengakibatkan bahaya besar sebagai berikut.

a.       Merusak potensi diri seseorang. Nabi Saw. mengingatkan bahwa mengikuti hawa nafsu akan membawa kehancuran.

b.      Mendatangkan kesusahan dan kesempitan

c.       Mengakibatkan rusaknya lingkungan alam karena nafsu mengeksploitasi alam yang berlebih-lebihan.

d.      Melahirkan kerakusan, perampokan, pencurian, manipulasi, korupsi, bahkan kekerasan fisik, seperti pembunuhan dan penganiayaan.  Sebagai dampak menuruti syahwat harta.

e.       Lahirnya para pejabat dan pemimpin yang zalim, otoriter, bahkan diktator.

f.       Dampak menuruti syahwat kesenangan terhadap kelezatan makanan, akan menimbulkan berbagai macam penyakit tubuh.

g.      Nafsu akan mendorong manusia untuk berbuat jahat, melampiaskan syahwat dan menentang ajaran agama. Apabila pelampiasan nafsu syahwat sex pada remaja akan menimbulkan dampak yang lebih berbahaya diantaranya adalah putus sekolah, suramnya masa depan, perceraian, melahirkan anak terlantar, dan tumbuhnya generasi yang memerosotkan harkat dan martabat negara.

3.      Cara Menundukkan Nafsu Syahwat

Walaupun memenuhi kebutuhan hidup yang disukainya itu diperbolehkan, namun bukan berarti seorang mukmin dibolehkan selalu menuruti hawa nafsunya bahkan dia harus mengendalikannya. Termasuk menahan syahwat perut, yang kemudian timbul syahwat kemaluan dan rakus harta benda. Maka wajib bagi kita berusaha untuk menundukkan nafsu itu demi keselamatan dan kesejahteraan dunia akhirat dengan jalan sebagai berikut.

a.       Meningkatkan taqwa kepada Allah dengan menerapi diri dengan rasa takut kepada Allah Swt.

b.      Dengan Mujahadah 

Mujahadah berasal dari kata al-jihad yaitu berusaha dengan segala kesungguhan, kekuatan dan kesanggupan pada jalan yang diyakini benar. Mujahadah artinya berusaha untuk melawan dan menundukkan kehendak hawa nafsu. Rasulullah bersabda seorang mujahid yaitu seorang yang berjihad, yaitu dia yang melawan hawa nafsunya karena Allah.  

Mujahadah melawan nafsu dengan cara menempuh tiga langkah seperti berikut :

1)      Takhalli, mengosongkan diri dari sifat-sifat tercela.  

2)      Tahalli, menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji 

3)      Tajalli, tersingkapnya tabir yang menghalangi antara manusia dan Allah, rasa dilihat  dan diawasi oleh Tuhan, kerinduan hanya tertuju pada Tuhan.   

Ketiga peringkat ini hendaklah dilakukan dengan melaksanakan latihan-latihan rohaniah yang dinamakan riyadah al nafs yakni latihan untuk melawan atau menentang atau memerangi semua kehendak-kehendak nafsu yang jahat. Latihan menundukkan hawa nafsu ini perlu dilaksanakan sedikit demi sedikit tetapi istiqamah, selain itu hendaklah bermujahadah dalam beramal.  Perjuangan untuk melawan hawa nafsu tidaklah mudah. Imam al- Ghazali dalam Raudatu al-taalibin berkata ”Berhati-hatilah kamu dengan hawa nafsu.  Ia adalah musuh kita yang paling ketat dan yang paling sukar untuk dikalahkan.

c.       Dengan jalan riyadah

Riyadah adalah latihan kerohanian dengan menjalankan ibadah dan menundukkan keinginan nafsu syahwat. Riyadah ini dapat ditempuh dengan dua cara yaitu riyadah badan yaitu dengan mengurangi makan, minum, tidur dan mengurangi berkata-kata. Yang kedua riyadah rohani yaitu dengan memperbanyak ibadah, berzikir, bertafakkur, memperhatikan kejadian alam dan susunannya, serta memperhatikan segala keadaan masyarakat yang penuh kejahilan akibat menuruti hawa nafsu.

 

4.      Hikmah Menundukkan Nafsu Syahwat

Nafsu syahwat pada diri manusia itu tidak boleh dihilangkan, tetapi penting untuk  ditundukkan dan diarahkan sehingga akan memperoleh manfaat kebaikannya sebagai berikut.

a.       Menjadi motivasi untuk berbuat baik, beribadah dan meraih kesuksesan

b.      Hidup lebih terarah dan terkontrol. Selamat dan bahagia dunia akhirat

c.       Terhindar dari perbuatan keji dan mungkar

d.      Disukai banyak orang

C.     Memahami Nafsu Amarah (Nafsu Gadab) 

1.      Pengertian Marah (Gadab)

Marah dalam pengertian gadab artinya merasa tidak senang dan panas hati karena suatu peristiwa atau sebabsebab tertentu. Marah adalah sifat alamiah yang ada pada manusia, namun diantara mereka ada yang bias mengendalikannya ada juga yang tidak bisa. Maka itulah Islam mengajarkan untuk bisa mengendalikan marah.  Nafsu amarah selalu mendorong diri manusia untuk melahirkan perbuatan, sikap, dan tindakan kejahatan atau syahwat hewani dan kesenangan kepada kejahatan. Kecenderungan ini begitu kuat, sehingga banyak orang dibuat tak berdaya, kecuali sedikit orang yang mendapat rahmat dari Allah Swt.  Memang sifat marah merupakan tabiat manusia, karena mereka memiliki nafsu yang cenderung ingin selalu dituruti dan tidak mau ditolak keinginannya. Nafsu amarah adalah satu musuh dalam (musuh batin) yaitu nafsu yang selalu memerintahkan kepada keburukan dan jauh lebih berbahaya dibandingkan musuh-musuh yang lainnya.   Di samping itu juga sifat marah merupakan bara api yang dikobarkan oleh setan dalam hati manusia untuk merusak agama dan diri mereka. Karena dengan kemarahan, seseorang bisa menjadi gelap mata sehingga melakukan tindakan atau mengucapkan perkataan yang berakibat buruk bagi dirinya.  Oleh karena itu, umat Islam yang bertakwa kepada Allah Swt. Meskipun tidak luput dari sifat marah, akan tetapi karena mereka selalu berusaha melawan keinginan nafsu. Sehingga mereka mampu meredam kemarahan mereka. Allah berfirman:

2.      Bahaya Marah (Gadab)

Marah akan mengakibatkan bahaya besar baik bagi pelakunya maupun orang lain. Berikut bahaya marah.

a.       Bagi diri sendiri, akan mengakibatkan tekanan  darah menjadi tinggi, sehingga membuka peluang terkena serangan jantung, cepat tua, gangguan tidur, gangguan pernapasan, sakit kepala, struk dan depresi

b.      Bagi orang lain dan lingkungan, keputusan dan tindakan orang marah cenderung menambah masalah bukan menyelesaikan masalah, menimbulkan kerusakan hubungan dengan teman, dapat merusak keharmonisan keluarga, bisa mengakibatkan rusaknya lingkungan, bisa mengakibatkan pembunuhan

3.      Cara Menundukkan Marah (Gadab)

Sebagaimana diketahui bahwa obat atas setiap penyakit seperti virus dan faktor  penyebab timbulnya penyakit itu harus dapat dihilangkan. Karena itulah untuk bias mengobati marah kita juga harus tahu sebab-sebabnya.

Sebab-sebab marah antara lain karena tidak kuat menahan nafsu, sombong, ujub, banyak melakukan sendau gurau, perbuatan yang sia-sia, melecehkan orang lain, menghina, berdebat, bertengkar, berkhianat, serta cinta kepada harta dan kedudukan. Semua itu merupakan perangai yang buruk dan tercela dalam Islam. Seseorang tidak dapat terhindar dari amarah apabila masih ada sifat-sifat itu.

a.       Dengan riyadah

Cara menundukan sifat-sifat tercela marah diperlukan pelatihan diri (riyadah) dan  kesabaran dalam menghadapi segala rintangan. Riyaadah yang diperlukan diantaranya adalah dengan mengetahui akibat-akibat buruk dari sifat-sifat tersebut. Setelah itu menerapkan dalam diri anda kembalikan dari sifat-sifat itu, misalnya sombong dengan tawadhu’, haus harta dengan qana’ah, dan lain sebagainya. Selain itu dengan memperbanyak berzikir, membaca ta’awudz, beristighfar, dan memberi maaf. Sifat-sifat mulia ini terus diterapkan dalam diri. Memang memerlukan waktu yang cukup lama hingga merasa ringan mengerjakannya karena sifat itu telah menyatu dalam dirinya.

b.      Mujahadah

Berusaha sungguh-sungguh dengan sekuat tenaga menahan hawa nafsu untuk  tidak melampiaskannya kepada kemarahan, dan menyadari akan dampak negatifnya bila melampiaskan marah.

c.       Menahan hawa nafsu

d.      Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw. dan meminta diberi wasiat. Lalu

Rasulullah bersabda:

 Dari Abu Hurairah ra. Bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Saw.: Berilah wasiat kepadaku. Sabda Nabi Saw.: Janganlah engkau  marah. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda Beliau: Janganlah engkau marah”. (HR. Bukhari).

Dalam kitab adab al-Dunya wa al-Din, Imam al- Mawardi mengemukakan beberapa metode penyembuhan marah yaitu dengan cara yang pertama, menimbulkan rasa takut (khauf) kepada Allah, yang kedua menyadari dampaknya dan yang ketiga menyadari betapa besar pahalanya bila mampu menahannya.

4.      Hikmah Menghindari Marah

Tak tanggung-tanggung, Allah menjanjikan surga bagi mereka yang menahan amarah dan memaafkan. Mereka akan disukai oleh Allah Swt. Sesama manusia, dan juga malaikat-Nya.  Mendatangkan kebaikan, di tempatkan di surga. Selain itu orang yang bias menahan marah akan mempermudah urusan dan memperlancar rezeki.

0 comments:

Posting Komentar