Minggu, 30 Oktober 2022

Akidah Akhlak Kelas X Materi Ayo Bertaubat

 

        A. Pengertian Taubat

Secara bahasa taubat berasal dari bahasa Arab yang bermakna kembali. Dia bertaubat, artinya dia kembali dari dosanya (berpaling dan menarik diri dari dosa). Taubat adalah kembali kepada Allah Swt. dengan melepaskan hati dari belenggu yang membuatnya terus menerus melakukan dosa lalu melaksanakan semua hak Allah. Secara Syar’i, taubat adalah meninggalkan dosa karena takut pada Allah, menganggapnya buruk, menyesali perbuatan maksiatnya, bertekad kuat untuk tidak mengulanginya dan memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki kembali dari amalnya.

       B Hakikat Taubat

Hakikat taubat yaitu perasaan hati yang menyesali perbuatan maksiat yang sudah terjadi, lalu mengarahkan hati kepada Allah pada sisa usianya serta menahan diri dari dosa. Melakukan amal shaleh dan meninggalkan larangan adalah wujud nyata dari taubat. Mengucapkan istighfar merupakan wujud perbuatan awal bertaubat. Taubat mencakup penyerahan diri seorang hamba kepada Rabbnya, inabah (kembali) kepada Allah dan konsisten menjalankan ketaatan kepada Allah. Sekadar meninggalkan perbuatan dosa, namun tidak melaksanakan amalan yang dicintai Allah ‘Azza wa Jalla, itu belum dianggap bertaubat. Seseorang dianggap bertaubat jika ia kembali kepada Allah Swt. dan melepaskan diri dari belenggu yang membuatnya terus-menerus melakukan dosa. Tanamkan makna taubat dalam hati sebelum diucapkan secara lisan. Senantiasa mengingat apa yang disebutkan Allah ‘Azza wa Jalla berupa keterangan terperinci tentang surga yang dijanjikan bagi orang-orang yang taat dan mengingat siksa neraka yang diancamkan bagi pendosa. Berusaha terus melakukan itu agar rasa takut dan optimisme kepada Allah semakin menguat dalam hati.  Dengan demikian, ia senantiasa berdoa kepada Allah dengan penuh harap dan cemas agar Allah ‘Azza wa Jalla berkenan menerima taubatnya, menghapuskan dosa dan kesalahannya.

       C.  Syarat-syarat Taubat

Taubat wajib dilakukan dengan segera, tidak boleh ditunda. Imam Ibnul Qayyim ra. berkata: ”Sesungguhnya segera bertaubat kepada Allah Swt. dari perbuatan dosa hukumnya adalah wajib dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda.” Imam Nawawi rahimahullah berkata,” Para ulama telah sepakat, bahwa bertaubat dari seluruh perbuatan maksiat adalah wajib, wajib dilakukan dengan segera dan tidak boleh ditunda, apakah itu dosa kecil atau dosa besar.” Namun dalam bertaubat, seseorang harus memenuhi beberapa syarat. Adapun  syarat-syarat taubat secara terperinci sebagai berikut.

a.       Islam, karena orang yang kafir tidak diampuni dosanya sebelum masuk Islam

b.      Menyesali dosanya

c.       Menyadari kesalahan (mengakui dosanya)

d.      Ikhlas melakukannya, bukan untuk tujuan riya’ atau kepentingan dunia

e.       Memohon ampun kepada Allah dengan memperbanyak membaca istighfar

f.        Berjanji  tidak akan mengulangi.

g.      Menutupi kesalahan  dengan perbuatan yang terpuji (amal shalih)

h.      Masa taubat sebelum nafas sampai di tenggorokan  dan sebelum matahari terbit dari sebelah barat

i.        Memperbanyak istighfar sebagaimana Rasulullah tiap hari bertaubat dengan membaca istighfar seratus kali dan rajin sholat taubat

j.        Jika perbuatan dosanya itu ada hubungannya dengan orang lain

       D.  Kedudukan Taubat

Menurut Ibnul Qayyim, kedudukan taubat adalah kedudukan yang pertama, pertengahan, dan terakhir. Hamba yang meniti jalan menuju Rabbnya tidak akan menjauhinya (jalan tersebut) dan selalu menetapinya sampai mati. Jadi, taubat adalah langkah awal dan langkah akhir seorang hamba. Kebutuhan dirinya terhadap taubat diakhir perjalanan sangatlah diperlukan, sebagaimana halnya kebutuhannya di awal perjalanan juga sangat besar. Bagi orang mukmin, taubat itu hukumnya wajib. Dalil al-Qur’an dan as-Sunah saling mendukung atas wajibnya melakukan taubat dan kedudukannya dalam mewujudkan kesalehan dan kejayaan hamba di dunia dan di akhirat.

Taubat yang sesungguhnya itu adalah taubat nasuha, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Katsir, ”Taubat yang tulus lagi mantab itu adalah taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh), yang menghapuskan keburukan-keburukan sebelumnya dan mencegah keburukan yang mendatang.” Taubat nasuha adalah meninggalkan dosa sekarang dan menyesali dosa yang telah dilakukan serta tidak mengulangi lagi di masa mendatang. Allah membagi hambanya menjadi hamba yang bertaubat dan hamba yang menzalimi. Maka barang siapa tidak bertaubat, berarti ia layak menjadi orang yang zalim karena kebodohannya terhadap Rabb dan hak-Nya, serta karena kekurangan diri dan cacat

       E.  Keutamaan Taubat

Orang yang benar-benar bahagia adalah yang menjadikan taubat sebagai sahabat dekat dalam perjalanannya menuju Allah dan negeri akhirat. Sedangkan orang yang binasa adalah yang menelantarkan dan mencampakkan taubat di belakang punggungnya. Beberapa keutamaan taubat adalah sebagai berikut.

a.       Taubat adalah sebab untuk meraih kecintaan Allah.

b.      Taubat merupakan sebab keberuntungan

c.       Taubat menjadi sebab-sebab diterimanya amal-amal hamba dan turunnya ampunan atas kesalahan-kesalahannya

d.      Taubat merupakan sebab masuk surga dan keselamatan dari api neraka

e.       Taubat adalah sebab mendapatkan ampunan dan rahmat

f.        Taubat merupakan sebab berbagai kejelekan diganti dengan berbagai kebaikan

g.      Taubat menjadi sebab untuk meraih segala macam kebaikan

h.      Taubat adalah untuk menggapai keimanan dan pahala yang besar

i.        Taubat merupakan sebab turunnya berkah dari atas langit serta bertambahnya  kekuatan

j.        Menjadi sebab malaikat mendoakan orang-orang yang bertaubat

k.      Allah akan menghapuskan dosa-dosanya, seolah-olah tidak berdosa.

l.        Menjadi sebab hati menjadi bersinar dan bercahaya.

m.    Taubat akan memotivasi seseorang untuk amar ma’ruf nahi mungkar, beramal saleh, hidup jujur, disiplin dan bertanggung jawab.

0 comments:

Posting Komentar