Senin, 28 November 2022

Akidah Akhlak Kelas X Ayo Menjauhi Perilaku Tercela

 

A.    Menelaah Arti Sikap Licik

Licik merupakan salah satu sifat buruk yang harus dihindari karena sangat membahayakan bagi kehidupan pribadi ataupun kehidupan sosial di masyarakat. Bagi kehidupan pribadi, sikap licik akan menyebabkan pelaku hidup tidak tenang karena terus dihinggapi perasaan takut diketahui kelicikannya. Adapun bagi kehidupan sosial, sikap licik sangat merugikan masyarakat dan dapat merusak tatanan kehidupan sosial. Untuk itu jangan sampai sifat licik ada dalam diri anda sendiri. Selain itu anda juga perlu menghindari orang-orang yang memiliki sifat licik, karena tentunya akan membahayakan anda kedepannya.

1.      Pengertian Licik

Licik berarti banyak akal yang buruk, pandai menipu, culas, curang, dan licin.  Sikap licik merupakan sikap yang didominasi oleh hawa nafsu untuk menguasai ataupun mencapai suatu maksud dan tujuan tertentu, tetapi tidak disertai dengan kesadaran diri akan kemampuan dan ilmu yang memadai. Ia akan menggunakan segala cara yang bias dipakai, meskipun salah dan sangat merugikan, untuk mengantarkannya pada suatu maksud ataupun tujuan yang dianggapnya menyenangkan bagi dirinya

2.      Ciri-ciri Orang Licik

Sifat licik sangat berbahaya,  baik bagi pelakunya maupun orang lain di sekitarnya. Oleh karena itu, kita harus mengenalinya agar tidak mengikuti arus dan menanggung bahayanya. Berikut ini ciri-ciri sifat licik :

a.       Tidak suka melihat orang lain bahagia dan bahagia melihat orang lain menderita. Jika yang lainnya merasa berhasil, mereka akan merasa iri bahkan hingga berkomentar buruk dan menyakitkan.  Bahagia melihat orang lain

b.      menderita.  Berfikir untuk mencelakakan orang lain. Orang yang licik mempunyai rencana negatif untuk menghalangi agar orang lain mengalami kegagalan. 

c.       Mendekat jika membutuhkan. Orang yang licik akan mendekat jika membutuhkan dan akan menjauh jika tidak membutuhkan. Bahkan yang terparah, mereka bisa saja menceritakan segala keburukan dan menfitnah Anda di hadapan orang-orang lainnya.

d.      Menghalalkan segala cara. Mereka senang sekali menggunakan jalan tercepat untuk mencapai keinginannya, sehingga tentu saja mereka menghalalkan segala cara termasuk perbuatan buruk seperti menipu, berbohong, mengelabui, dan hal-hal yang merugikan orang lain.

e.       Nafsunya tak pernah berujung. Mereka ingin selalu melakukan semua hal yang dirasa dapat memuaskan dirinya.

f.       Pandai menipu untuk memuluskan siasatnya yang licik. Orang yang licik akan selalu menipu dan berbohong serta bersilat lidah.

g.      Membalas kebaikan orang lain dengan penghianatan

3.      Sebab-sebab Orang Berperilaku Licik

Ada beberapa sebab orang berperilaku licik, diantaranya adalah karena lemahnya  iman, sedikitnya rasa takut kepada Allah dan kurangnya kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi dan menyaksikan setiap perbuatan sekecil apa pun. Terlalu mencintai dunia, mereka berlebih-lebihan dalam memenuhi kebutuhan dunia dan tidak pernah mengingat akan kehidupan akhirat. Sehingga mereka menempuh dengan menghalalkan segala cara demi terpenuhinya kebutuhan hidup di dunia.   Orang yang licik biasanya hidupnya malas, mereka ingin memperoleh keuntungan tetapi tidak mau mengeluarkan  tenaga dan usaha, yang mereka tempuh hanya dengan menipu dan memperdaya orang lain. Tidak adanya kesungguhan. Seperti seorang murid yang malas belajar, saat datang masa ujian, ia pun berusaha berbuat curang agar bisa lulus ujian.  Orang berbuat licik biasanya berawal dari kurang percaya diri. Saat seseorang merasa dirinya tidak  mampu bersaing dengan orang lain, maka tidak jarang ia melakukan kecurangan untuk menutupi kekurangannya.

4.      Dalil Naqli Licik

Sebagaimana  ciri-ciri orang yang licik, yaitu selalu menipu dan berbohong serta bersilat lidah.  Maka, orang yang licik tergolong pada orang-orang yang berbuat munafik sebagaimana ciri-ciri yang dimiliki, Rasulullah bersabda :

 Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi Saw. Bersabda : tanda-tanda orang munafik itu ada tiga yaitu apabila ia berkata dusta, apabila ia berjanji mengingkari dan apabila dipercaya ia berkhianat”. (HR. Bukhari)

5.      Nilai Negatif Licik

Orang yang licik biasanya memiliki suasana batin yang selalu resah dan gelisah.  Keinginanya menjadi nomer satu, tidak peduli dengan kemampuannya yang tidak seberapa, ia akan berusaha menyingkirkan orang yang bias menghalangi ambisinya. Hati orang yang licik biasanya selalu bergejolak dan tidak akan tenang. Kehidupannya jauh dari berkah. Jika menafkahi keluarga, biasanya hartanya hasil dari sumber yang tidak halal sehingga kehidupannya selalu dipenuhi fitnah dan ancaman. Selain itu orang yang licik akan tidak disuka orang lain, melemahkan kepercayaan kaum muslimin, menjadi faktor kegagalan masyarakat dalam semua bidang.

6.      Cara Menghindari

Perbuatan licik bisa diatasi jika dalam hati tertanam dengan kuat nilai-nilai ketauhidan dan keimanan. Kesadaran selalu diawasi oleh Allah  akan membuat seseorang tidak berani melakukan perbuatan tersebut. Memahami akibat-akibat buruk yang akan menimpanya.  Dan hendaknya menjauhi teman dan sahabat yang suka melakukan perbuatan tersebut.  Jangan lupa berdoa kepada Allah, agar dijauhkan dari sifat tersebut dan upayakan amar ma’ruf nahi munkar dalam rangka merubah keadaan masyarakat menuju yang lebih baik.

B.     Memahami Tamak

1.      Pengertian Tamak

Secara bahasa, tamak berasal dari bahasa Arab at-tama’u, yang artinya suatu sikap yang tidak pernah merasa cukup sehingga ingin selalu menambah apa yang seharusnya ia miliki, tanpa mempehatikan hak-hak orang lain.  Menurut istilah tamak adalah cinta kepada dunia (harta) terlalu berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan adanya dosa besar.

Orang yang tamak selalu mengharap pemberian orang lain,  tetapi dia sendiri justru bersikap pelit atau bakhil.  Ia ingin mengumpulkan harta untuk kepentingan diri sendiri tanpa memperhatikan aturan.  Orang yang tamak selalu merasa harta yang dimilikinya selalu kurang dan tidak mau bersyukur kepada Allah Swt. Orang yang tamak selalu menginginkan lebih banyak, tidak peduli apakah cara yang ditempuh itu dibenarkan oleh syari’at atau tidak.

2.      Ciri-ciri Orang Berperilaku Tamak

Ada dua orang yang tamak dan masing-masing tidak akan kenyang.  Pertama, orang tamak untuk menuntut ilmu, dia tidak akan kenyang.  kedua, orang yang tamak memburu harta, dia juga tidak akan kenyang.  Tamak yang pertama dibolehkan tetapi tamak yang kedua dilarang. Ciri-ciri orang yang tamak terhadap harta adalah sebagai berikut. Berikut ciri-ciri tamak, yaitu:

a.       Terlalu mencintai harta yang dimiliki

b.      Mengharap pemberian orang lain

c.       Mendambakan kemewahan dunia

d.      Serakah dalam mengumpulkan harta

e.       Bersifat bakhil, kikir dan pelit

f.       Tidak memikirkan kehidupan akhirat

g.      Selalu memikirkan kemewahan dunia

h.      Terlalu hemat dalam membelanjakan harta

i.        Semua perbuatannya selalu bertendensi pada materi

3.      Penyebab Orang Tamak

Adapun penyebab hati seseorang terjangkit penyakit tamak adalah:

a.       Tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah

b.      Kurang memahami arti hidup bermasyarakat, yang di dalamnya ia berkewajiban saling menolong, membantu bukan saling iri hati kepada sesama

c.       Ingin menumpuk-numpuk harta kekayaan

d.      Tidak pernah merasa puas dengan apa yang dicapainya, menginginkan seperti apa yang didapat orang lain, berangan- angan yang tidak sesuai dengan kemampuannya.

4.      Dalil Naqli tentang Tamak

Berikut ini adalah dalil yang berkaitan dengan tamak .

Dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta” (QS. Al-Adiyat [100]: 8)

Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan (QS. Al-Fajr [89]: 20)

5.      Nilai Negatif Tamak

Orang yang tamak akan memperoleh dampak negatif yang akan menimpanya antara lain.

a.       Akan menjadi orang yang ambisius yang tak akan pernah puas dan bersyukur atas  rezeki yang telah diberikan oleh Allah

b.      Menjadi orang yang egois, hanya mementingkan bagaimana keinginannya terpenuhi tanpa memperdulikan orang lain

c.       Memuja-muja harta, menjadi tujuan hidupnya

d.      Hidupnya selalu resah

e.       Bakhil, kikir tetapi selalu ingin diberi orang lain

6.      Cara Menghindari Tamak

Agar kita terhindar dari ketamakan hal yang dapat kita lakukan antara lain :

a.       Rajin bekerja untuk memperoleh harta yang halal

b.      Usaha maksimal untuk menggapai cita-cita

c.       Harus yakin berapa dan apapun hasil yang kita dapat adalah pemberian Allah yang terbaik untuk kita.

d.      Tidak mempersoalkan segala sesuatu yang telah Allah berikan kepada orang lain.

e.       Selalu berserah diri kepada Allah dan mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita.

f.       Qana’ah terhadap apa yang diberikan oleh Allah

C.    Memahami Zalim

1.      Pengertian Zalim

Menurut ajaran Islam aniaya atau yang biasa disebut dengan zalim adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya atau tidak sesuai dengan ketentuan Allah.  Zalim adalah perbuatan dosa yang harus ditinggalkan.  Karena tindakan aniaya akan dapat merusak kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.  Berkaitan dengan istilah zalim, ar-Razi memberikan 10 penafsiran zalim, sebagai berikut: zalim adalah orang yang lebih banyak kesalahannya, sesuatu yang kulitnya lebih bagus dari pada isinya, orang yang bertauhid dengan lidah tetapi berbeda dengan sepak terjang hidupnya, orang yang berbuat dosa besar, yang membaca al-Qur’an dengan tidak mempelajari isinya apalagi mengamalkannya, zalim adalah orang yang jahil, orang yang tidak mau berhenti berbuat maksiat, orang yang setelah dihisab masuk neraka, dan orang yang mengambil al-Qur’an tetapi tidak mau mengamalkannya.

2.      Ciri-ciri Orang Berperilaku Zalim

Orang yang zalim hidupnya  mencederai hak-hak orang lain dan juga hak-hak Allah atas makhluknya.  Ciri-ciri mereka adalah suka melakukan kemungkaran, senantiasa mengingkari kebenaran, berpaling dari perintah Allah, melanggar hukum-hukum Allah dan Rasulnya, dan gemar melakukan perbuatan tercela seperti dusta, khianat, aniaya, menghina dan lain-lain. Ali bin Abi Thalib ra. Menyatakan bahwa kezaliman itu ada tiga macam yaitu; zalim kepada Allah (syirik), zalim kepada diri sendiri, dan zalim kepada sesama manusia.   Adapun zalim yang tingkatannya paling tinggi dan tidak dapat diampuni oleh Allah adalah zalim kepada Allah atau syirik.  Sedangkan zalim yang tidak akan dibiarkan oleh Allah adalah zalim terhadap sesama manusia, maka pasti akan dituntut oleh orang yang teraniaya di hadapan Allah.

3.      Penyebab Orang Zalim

Zalim dapat dilakukan oleh siapa saja, namun biasanya orang yang berlaku zalim itu disebabkan karena lemah imannya, ingin mempertahankan kekuasaannya, tidak mampu menahan nafsu, dan terlalu mencintai dunia.

4.      Dalil Naqli tentang Zalim

Allah mengancam mereka yang zalim dengan siksaan yang amat keras dan pedih sesuai dengan firman-Nya:

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaanNya”.(QS.Al-Anfal[8]:25)

5.      Nilai Negatif Zalim

Zalim atau aniaya akan mendatangkan akibat buruk bagi kehidupan, baik pribadi maupun masyarakat. Diantara dampak negatif zalim adalah sebagai berikut:

a.       Merusak persatuan dan persaudaraan.

b.      Mengalami kebinasaan

c.       Menerima azab di akhirat

d.      Merusak tatanan hidup di masyarakat.

e.       Merugikan orang lain.

f.       Menghilangkan akhlak atau sifat yang baik.

g.      Hidup dalam kesesatan dan jauh dari hidayah, orang zalim dan tidak mau disebut  zalim dan terus menerus berbuat zalim semakin jauh dari hidayah Allah

h.      Menghilangkan pahala amal perbuatan.

6.      Cara Menghindari Zalim

Apabila kita melakukan kezaliman kepada orang lain segeralah meminta maaf kepadanya dan bertaubatlah kepada Allah, dengan taubatan nasuha. Semoga Allah selalu membukakan pintu hidayah kepada kita semua.

D.    Fahami Diskriminasi

1.      Pengertian Diskriminasi

Diskriminasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai perbedaan perlakuan terhadap sesama warga Negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan lain sebagainya).  Segala perlakuan pembedaan yang didasarkan atas warna kulit, jenis kelamin, golongan, status sosial, dan berbagai perbedaan lainnya merupakan perbuatan diskriminasi. Masih banyak tindakan diskriminasi kita saksikan dalam keseharian. Banyak orang yang memperoleh perlakuan berbeda karena memiliki warna kulit berbeda, perbedaan jenis kelamin,  status sosial,  kemampuan yang dimiliki, Perlakuan berbeda  mendatangkan rasa yang tidak nyaman bahkan sakit hati bagi orang yang menerimanya.  Setiap manusia menginginkan kesempurnaan, akan tetapi tidak semua keinginan manusia terwujud.

2.      Bentuk-bentuk Diskriminasi

Ada banyak sekali bentuk diskiminasi yang dilakukan di dalam kehidupa bermasyarakat dan bernegara seperti pada hukum tidak adil dalam Islam. Hal ini terjadi karena manusia umumnya memiliki kecenderungan untuk membeda-bedakan atau mengelompokkan diri.  Perlakuan diskriminasi  bisa terjadi dimana dan kapan saja, hal itu disebabkan  karena adanya perbedaan karakteristik suku dan ras, kelas sosial, jenis kelamin, agama kepercayaan, pandangan politik, kondisi fisik dan lain-lain.

3.      Dalil Naqli tentang Diskriminasi  

Islam melarang umatnya berlaku diskriminasi terhadap orang lain hanya karena perbedaan bangsa dan suku karena hal ini bertentangan dengan fitrah manusia sendiri.

Allah berfirman:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”  (QS. al- Hujurat [49]: 13) 

4.      Nilai Negatif Akibat Diskriminasi

a.      Menimbulkan sifat  sombong

b.      Dapat memunculkan sifat apatisme (masa bodoh)

c.       Membanggakan diri sendiri dan meremehkan orang lain

d.      Dapat menimbulkan kehancuran

e.       Terkoyak-koyak pada golongannya sendiri

f.       Memicu munculnya sekterianisme (mementingkan kesukuan atau kelompoknya)

g.      Menghalangi tegaknya keadilan

5.      Cara Menghindari Diskriminasi

Islam melarang kaum muslimin bersikap diskriminasi karena manusia memang diciptakan berbeda satu sama lain, sedangkan diskriminasi dapat menimbulkan konflik, memperlakukan orang lain sewenang-wenang, barlaku sombong dan menunjukkan penolakan terhadap ketentuan Allah. Maka seyogyanya kita menghindari sikap diskriminasi dengan cara:

a.       Meningkatkan ketakwaan kepada Allah

b.      Suka bersilaturrahim

c.       Bersikap tasamuh

d.      Tidak memaksakan kepercayaan atau kehendak seenaknya sendiri kepada orang lain

e.       Menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan

f.       Tidak suka mengolok-ngolok orang lain

g.      Tidak menfitnah orang lain

h.      Tidak berburuk sangka dengan yang lain

 

 

 

0 comments:

Posting Komentar