Jumat, 28 Oktober 2022

Akidah Akhlak Kelas X Materi Ayo Mengenal Sifat-Sifat Allah Swt.

        1. Pengertian Sifat Wajib dan Sifat Jaiz Allah

Allah adalah Dzat yang Maha Sempurna dan yang Maha Agung. Nama Allah juga disebut  اسم الجلالة Dzat-Nya adalah tunggal, tidak terdiri dari unsur-unsur dan bagian-bagian dan tidak ada suatu apa pun yang serupa dengan-Nya. Dan karena itu manusia dilarang berpikir tentang Dzat Allah karena tidak dapat mengetahuinya. Manusia dipanggil untuk menggunakan akalnya bagi memikirkan alam ini dan segala isinya, tidak untuk memikirkan Dzat Allah yang gaib itu dan tidak ada yang serupa dengan-Nya. Beriman kepada Allah berarti manusia wajib beriktikad dengan penuh yakin akan sifat-sifat yang wajib, sifat-sifat yang mustahil dan sifat-sifat yang jaiz. Sifat wajib Allah adalah sifat-sifat yang khusus yang hanya dimiliki oleh Allah, dan tidak ada satupun makhluk yang memiliki sifat tersebut. Adanya Allah ini,  menjadi salah satu sifat yang melekat pada sifat wajib Allah. Sifat wajib Allah inilah yang membedakan Allah sebagai sang Pencipta (Khalik), dengan semua makhluk ciptaan-Nya. Sifat mustahil Allah adalah sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah Azza wa Jalla Yang Maha Sempurna. Sedangkan sifat jaiz Allah adalah adalah sifat yang mungkin (boleh) ada atau sifat yang mungkin (boleh) tidak ada pada Allah. Selanjutnya kita akan mengkaji dua sifat Allah, yaitu sifat wajib dan sifat jaiz Allah.

        2. Sifat Wajib Allah

Dalam al-aqidah as-Sughra yang terkenal dengan judul Umm al-Barahain Imam as-Sanusi mengatakan ”Maka di antara sifat wajib bagi Allah Tuhan  Yang Maha Agung dan Maha Perkasa adalah 20 sifat.”  Setiap mukalaf wajib meyakini secara mantap tanpa keraguan, bahwa Allah pasti bersifat dengan segala kesempurnaan yang layak bagi keagungan-Nya.  Berikut ini 20 sifat wajib bagi Allah.

a.       Wujud (Ada)

Allah adalah Dzat yang pasti ada. Dia berdiri sendiri, tidak diciptakan oleh siapapun, dan tidak ada Tuhan selain Allah SWT.

b.      Qidam (Terdahulu/Awal)

Dialah sang pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Maksudnya,Allah telah ada lebih dulu dari pada apa yang diciptakannya.

c.       Baqa (Kekal)

Maksudnya Allah maha kekal. Tidak akan punah, binasa, atau mati. Dia akan tetap  ada selamanya.

d.      Mukhalafatuhu li al-hawadisi (Berbeda dengan makhluk ciptaannya)

Allah sudah pasti berbeda dengan ciptaanya. Dialah dzat yang Maha Sempurna dan Maha Besar. Tidak ada sesuatupun yang mampu menandingi dan menyerupai keagungan-Nya.

e.       Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri sendiri)

Maksudnya Allah itu berdiri sendiri, tidak bergantung pada apapun dan tidak membutuhkan bantuan siapapun.

f.        Wahdaniyah (Tunggal/ Esa)

Allah maha Esa atau Tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah satu-satunya Tuhan pencipta alam semesta. Ayat yang menjelaskan dalam al-Qur’an:

g.      Qudrat (Berkuasa)

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Allah Swt.

h.      Iradat (Berkehendak)

Apabila Allah berkehendak, maka jadilah hal itu dan tidak ada seorangpun yang mampu mencegah-Nya 

i.        ‘Ilmu (Mengetahui)

Allah Swt. Maha Mengetahui atas segala sesuatu, baik yang tampak atau tidak tampak.

j.        Hayat (Hidup)

Allah Swt. adalah Maha Hidup, tidak akan pernah mati, binasa, ataupun musnah. Dia kekal selamanya. 

k.      Sama’ (Mendengar)

Allah Maha Mendengar baik yang diucapkan maupun yang disembunyikan dalam  hati.

l.        Basar (Melihat)

Allah melihat segala sesuatu. Penglihatan Allah tidak terbatas. Dia mengetahui  apapun yang terjadi di dunia ini.

m.    Kalam (Berfirman)

Allah itu berfirman. Dia bisa berbicara atau berkata secara sempurna tanpa bantuan dari apapun. Terbukti dari adanya firmanNya dari kitab-kitab yang diturunkan lewat para Nabi.

n.      Qadirun (Berkuasa) Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu yang ada di alam semesta.

o.      Muridun (Berkehendak)

Bila Allah sudah menakdirkan suatu perkara, maka tidak ada yang bisa menolak  kehendak-Nya.

p.      ‘Alimun (Mengetahui)

Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Baik yang ditampakan maupun disembunyikan. Tidak ada yang bisa menandingi pengetahuan Allah Yang Maha Esa.

q.      Hayyan (hidup)

Allah adalah dzat yang hidup. Allah tidak akan mati, tidak akan tidur ataupun lengah.

r.        Sami’un (Mendengar)

Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan, ataupun doa hamba-Nya.

s.       Bashiran (Melihat)

Keadaan Allah yang melihat tiap-tiap yang maujud (benda yang ada). Allah selalu  melihat gerak-gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik.

t.        Mutakalliman (Berfirman atau berkata – kata)

Sama dengan Qalam, Mutakalliman juga berarti berfirman. Firman Allah terwujud  lewat kitab-kitab suci yang diturunkan lewat para Nabi.

Sifat-sifat wajib bagi Allah yang terdiri atas 20 sifat itu dikelompokkan menjadi 4 sebagai berikut.

a.       Sifat Nafsiyah, yaitu sifat yang hanya berhubungan dengan Dzat Allah. Sifat nafsiyah ini ada satu, yaitu wujud.

b.      Sifat Salbiyah, yaitu sifat yang menghilangkan sifat-sifat yang tidak layak atau tidak sesuai dengan kesempurnaan Allah. yaitu: qidam, baqa’, mukhalafatu lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi, dan wahdaniyat.

c.       Sifat Ma’ani, yaitu sifat-sifat abstrak yang wajib ada pada Allah. Yang termasuk sifat ma’ani ada tujuh, yaitu; qudrat, iradat, ilmu, hayat, sama’, basar, kalam.

d.      Sifat Ma’nawiyah, yaitu kelaziman dari sifat ma’ani. Dengan demikian itu sifat ma’nawiyah juga ada tujuh sebagaimana ma’ani, yaitu: kaunuhu qadiran, kaunuhu muridan, kaunuhu ‘aliman, kaunuhu hayyan, kaunuhu sami’an, kaunuhu bashiran, kaunuhu mutakalliman.

        3. Sifat Mustahil bagi Allah

Sifat mustahil ini adalah kebalikan dari sifat wajib. Maksudnya sifat yang tidak  mungkin dimiliki oleh Allah Azza wa jalla yang Maha Sempurna. Berikut sifat-sifat mustahil bagi Allah beserta artinya menurut dalil agama.

a.       Adam (Tiada)

Sifat mustahil yang pertama adalah Adam yang berarti tiada. Sifat ini kebalikan dari wujud yang artinya ada.

b.      Huduts (Ada yang mendahului)

Hudust berarti ada yang mendahului, merupakan lawan kata dari qidam. Tidak  mungkin ada yang mendahului keberadaan Allah Azza wa Jalla. Dialah yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Tentunya Pencipta sudah pasti lebih dahulu dari apa-apa yang diciptakanNya.

c.       Fana  (Musnah)

Allah Swt. tidak mungkin musnah. Sebaliknya, Dia bersifat kekal selama-lamanya. Dijelaskan dalam Al-Quran:  

d.      Mumatsalatu lil hawaditsi  (Ada yang menyamai)

Allah SWT. adalah dzat yang menciptakan segala sesuatu di bumi dan alam semesta. Dialah yang Maha Agung. Tidak mungkin ada sesuatu yang menyamai atau menandingiNya.

e.       Ihtiyaju lighairihi  (Memerlukan yang lain)

Allah SWT. tidak memerlukan yang lain. Dia mampu mewujudkan dan mengatur  segalanya secara sempurna tanpa bergantung pada siapapun.

f.        Ta’adud  (Berbilang)

Ta’adud adalah kebalikan dari wahdaniyah yang berarti tunggal. Allah itu Maha Esa. Tidak mungkin berbilang atau berjumlah lebih dari satu. Allah SWT. tidak memiliki sekutu, tidak beranak dan tidak diperanakan. 

g.      Ajzun (Lemah)

Ajzun berarti lemah, merupakan lawan kata dari dari qudrat yang artinya berkuasa. Jadi Allah tidak mungkin bersifat lemah. Sebaliknya Allah Azza wa Jalla Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melampui kekuasaan Allah SWT..

h.      Karahah  (Terpaksa)

Allah tidak memiliki sifat terpaksa. Sebaliknya Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa melawan ataupun menandingi kehendak dari Allah SWT.

i.        Jahlun  (Bodoh)

Mustahil bagi Allah SWT. bersifat bodoh. Dia menciptakan alam semesta dengan  segala isinya begitu sempurna. Dia tidak membutuhkan bantuan siapapun. Dan dialah yang Maha Kaya lagi Maha Mengetahui.

j.        Mautun (Mati)

Allah tidak akan mati. Dia bersifat kekal. Terus-menerus mengurus makhluknya Tanpa tidur dan tidak letih sedikitpun. Dijelaskan dalam Al-Quran:

k.      Shamamun  (Tuli)

Mustahil Allah bersifat Tuli. Allah SWT. adalah Tuhan yang Maha Mendengar.  Pendengaran Allah meliputi segala sesuatu.

l.        Ama (Buta)

Allah SWT. juga tidak buta. Dia Maha Melihat Segala Sesuatu. Tak ada satu hal pun yang luput dari penglihatan-Nya.

m.    Bakamun (Bisu)

Allah SWT. tidaklah Bisu. Allah berkata dan berfirman dengan sangat sempurna. Tak ada bisa mengalahkan keindahan firman Allah SWT.

n.      ‘Ajizan  (Zat yang lemah)

Mustahil Allah bersifat lemah. Allah SWT. adalah pencipta alam semesta dan segala isinya. Dia Maha Kuasa atas semua hal.

o.      Karihan  (Zat yang terpaksa)

Allah SWT. bukanlah dzat yang terpaksa. Dia Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Hanya berfirman “kun fa yakun” maka jadilah apa yang dikehendaki oleh Nya.

p.      Jahilan (Zat yang sangat bodoh)

Mustahil Allah adalah dzat yang bodoh. Allah Maha Mengetahui dan Melihat apa-apa yang ditampakkan atau disembunyikan.

q.      Mayyitan  (Zat yang mati)

Allah tidak mati. Allah bersifat kekal, tidak musnah dan tidak binasa. Dia tidak  pernah tidur. Selalu mengawasi hamba-hambaNya setiap saat.

r.        Ashamma (Zat yang tuli)

Mustahil Allah bersifat tuli. Allah adalah Tuhan yang Maha Mendengar. Pendengaran Allah tak terbatas dan meliputi segala sesuatu.

s.       A’ma  (Zat yang buta)

Allah Maha Melihat, tidaklah buta. Dia Maha Sempurna dengan seluruh  keagunganNya.

t.        Abkama (Zat yang bisu)

Allah bukanlah dzat yang bisu. Allah berfirman dan firmanNya tertuang dalam kitab-kitab suci yang diturunkan lewat para Nabi.

4        4. Sifat Jaiz Allah

    Pengertian sifat jaiz Allah adalah sifat yang mungkin (boleh) ada atau sifat yang mungkin                 (boleh) tidak ada pada Allah. Dalam kalimat lain, sifat jaiz ini adalah sifat yang bisa melekat pada           Allah dan bisa pula tidak melekat pada Allah. Sebab semua adalah berdasarkan kehendak-Nya,               maka Allah bisa melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.

 

0 comments:

Posting Komentar